Taufikul's Blog

Portofolio

Kantor pengacara papan atas Indonesia (8) Lubis Ganie Surowidjojo

leave a comment »

JAKARTA—Panduan tahunan International Financial Law Review atau IFLR1000 yang dimulai sejak 1990 memberikan gambaran peringkat firma hukum bagi pelaku bisnis internasional. Panduan ini mencakup 120 yurisdiksi termasuk Indonesia.

Lembaga riset itu menggelompokkan kantor pengacara di bidang keuangan dalam tiga peringkat atau level dan satu kelompok yang juga mendapat catatan tersendiri.

Siapa saja firma hukum finansial papan atas di Indonesia 2012? Berikut salah satu profil kantor advokat yang disajikan berdasarkan pilihan IFLR1000.

Lubis Ganie Surowidjojo

Lubis Ganie Surowidjojo (LGS) dibentuk pada 1985 oleh Timbul Thomas Lubis, Mohamed Idwan Ganie dan Arief Tarunakarya Surowidjojo. Perusahaan ini memiliki hampir 100 pengacara, dan terdiri dari dua departemen transaksi perusahaan dan satu departemen litigasi perusahaan.

IFLR1000 edisi 2012 menempatkan LGS di tier 1 dalam hal restrukturisasi dan kepailitan, dengan leading lawyer M Idwan Ganie, Abdul Haris Rum, dan Arief Surowidjojo. Sementara itu, untuk area praktik pasar modal mereka masuk tier 2, demikian juga dalam perbankan dan keuangan.

Pendiri firma hukum itu, Timbul T. Lubis, adalah jebolan Fakultas Hukum, Universitas Indonesia. Pria kelahiran Tarutung, Sumatera Utara, pada 27 Januari 1948 ini mendapatkan gelar master di bidang hukum pada 1981 dari University of Washington di Seattle, Amerika Serikat.

Kini Lubis mengepalai bagian litigasi LGS. Dia mengkhususkan diri dalam transaksi komersial dan hukum perusahaan, serta bidang tenaga kerja, properti dan real estate.

Adapun Idwan Ganie, yang lahir 1955 di Amsterdam, pernah terlibat dalam transaksi dan litigasi kliennya seperti Goldman Sachs (AS), Temasek Holdings (Singapura), Hutchison Whampoa (Hong Kong), dan
Mitsui (Jepang).

Pria yang telah berpraktik hukum selama lebih dari 30 tahun ini adalah chairman Perkumpulan Konsultan Hukum Persaingan Usaha. Dia juga tercatat sebagai Komisaris Independen PT Global Mediacom Tbk, pemilik perusahaan media terbesar di Indonesia, berupa televisi, radio, berita online dan media cetak.

Sementara itu, Abdul Haris Rum pernah bertindak untuk Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) dalam penerbitan obligasi II senilai US$145 juta, bond III US$85 juta, juga right issue senilai US$150 juta.

Klien lainnya adalah Unilever Indonesia Holding BV terkait proposal akuisisi saham dan aset PT Sara Lee Body Care Indonesia Tbk. Nama-nama seperti DBS Bank Ltd., PT Astra International Tbk., dan Allestari Development Pte Ltd., juga merasakan keahlian Abdul Haris.

Nama lain yang terkenal adalah Arief Surowidjojo. Pria kelahiran Yogyakarta 9 April 1953 ini pernah menjadi pengacara senior di Prawirabisma & Associates (1977-1978) dan Adnan Buyung Nasution and Associates (1979-1984).

Sebelum mendirikan LGS, dia juga pernah menjadi partner di Nasution Lubis Hadiputranto (1984). Ia pernah mewakili Astra International, Sampoerna, Unilever, Dow Chemicals, Friesche Flag, Charoen Pokphand, Mandiri, dan HSBC.

Menurut IFLR100, tim LGS memiliki catatan yang solid dalam memberikan nasihat tentang restrukturisasi bank dan telah bertindak sebagai penasihat hukum kepada Badan Penyehatan Perbankan Indonesia.

Tahun lalu firma hukum ini terlibat dalam tim yang memberikan saran bagi PT Recapital Advisors sebagai pembeli dalam akuisisi bernilai US$41 juta atas PT Bank Pundi Indonesia (dahulu PT Bank Eksekutif Tbk). Akuisisi ini adalah untuk penyelamatan bank itu.

Akuisisi itu terjadi tak lama setelah Bank Eksekutif masuk dalam pengawasan Bank Indonesia. Kala itu bank yang sebelumnya dimilik keluarga Widjaja tengah kembang kempis.

Kondisi bank memburuk sejak akhir 2009, sehingga bank sentral meminta pemegang saham menambah modalnya. Selain itu, sebelum akuisisi, perdagangan sahamnya di bursa juga sempat dihentikan.

Kala itu manajemen menjelaskan bahwa Bank Eksekutif masuk status pengawasan intensif karena rasio kredit bermasalah (NPL) yang melebihi 5%.

Di luar itu, LGS juga terlibat dalam banyak transaksi restrukturisasi utang besar. “Perusahaan ini telah ditunjuk sebagai penasihat hukum di Indonesia untuk Grup Astra,” katanya dalam website resmi.

Mereka telah membantu dalam restrukturisasi (merger, ekspansi dan likuidasi) lebih dari 100 perusahaan di Grup Astra.

Pengacara LGS juga turut memainkan peran penting dalam sejumlah proyek transportasi, khususnya jalan tol. Firma ini pernah memberikan jasa hukum pada sejumlah proyek di luar negeri, termasuk proyek Manila Skyway Metro.

Perusahaan lain yang pernah jadi kliennya termasuk PLN, Jasa Marga, Perusahaan Gas Negara, PTP, Inhutani, Telkom, Garuda, dan Aneka Tambang.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: